Topic: Muhasabah: Demonstrasi - Kisah Ashabul Ukhdud (Read 1938 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Assalamu'alaikum Wrt. Wbt.

Segala puji bagi Allah SWT yang menurunkan kepada para hambaNya kitab Al-Quran yang tiada padanya keraguan atau kesesatan melainkan orang-orang yang mempelajarinya tanpa berguru dengan yang hak. Selawat dan Salam ke atas Nabi kita dan Tuan kita Nabi Muhammad SAW, doa yang menyelamatkan kita di dunia dan akhirat, juga ke atas sekelian ahli keluarga, para sahabat dan sekelian pengikut Baginda SAW sehingga ke hari pembalasan kelak.


Para pembaca yang budiman,

Topik muhasabah kali ini berkisar tentang permasalahan semasa yang seringkali menjadi persoalan, pertikaian dan perbalahan. Semoga kita semua dapat bermuhasabah dan diberikan petunjuk oleh Allah SWT ke arah jalan yang lurus lagi diberikan nikmat ke atas mereka seperti jalan para Nabi, Siddiqin, Syuhadak dan orang-orang Soleh sekeliannya. Amin.

= Artikel Bermula =
Kisah penuh Ashabul Ukhdud (Sahih Imam Muslim):

(Perhatian: Terjemahan ini adalah untuk kefahaman asas , adapun untuk kefahaman yang lebih tepat sila rujuk teks Arab)

Dari Suhaib r.a. menyatakan bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda:

Di masa dahulu ada seorang raja (Yahudi) yang mempunyai seorang yang ahli sihir, kemudian ketika ahli sihir telah tua ia berkata kepada raja tersebut: "Kini aku telah tua dan mungkin telah dekat ajalku, karana itu kau kirimlah kepadaku seorang pemuda yang dapat aku ajarkan kepadanya ilmu sihir".

Maka raja itu berusaha mendapat seorang pemuda untuk mempelajari ilmu sihir itu, sedang di tengah jalan antara tempat ahli sihir dengan rumah pemuda itu ada tempat seorang ahli ibadah yang mengajar agama, maka pada suatu masa pemuda itu singgah di tempat pendeta itu untuk mendengarkan pengajiannya, maka ia tertarik dengan ajaran pendeta itu sehingga jika ia terlambat datang kepada ahli sihir dia akan dipukul, dan bila terlambat kembali ke rumahnya juga dia dipukul, maka ia mengadu tentang kejadian itu kepada pendeta.

Maka diajar oleh pendeta itu: jika terlambat datang kepada ahli sihir supaya berkata aku ditahan oleh ibuku, dan bila terlambat kembali ke rumah katakan: Aku ditahan oleh ahli sihir.

Maka berjalan beberapa lama kemudian itu, tiba-tiba pada suatu hari ketika ia akan (hendak) pergi, mendadak (tiba-tiba) di tengah jalan ada seekor binatang buas sehingga orang-orang (ramai) tidak berani jalan di tempat itu, maka pemuda itu berkata: "Sekarang aku akan mengetahui yang mana lebih yang lebih baik di sisi Allah apakah ajaran pendeta atau ajaran ahli sihir", lalu ia mengambil sebutir batu dan berdoa "Ya Allah jika ajaran pendeta itu lebih baik di sisimu maka bunuhlah binatang itu supaya orang-orang dapat lalu lalang di tempat ini". Lalu dilemparkanlah batu itu, dan langsung terbunuh binatang itu. Dan orang ramai gembira karena telah dapat lalu lintas di jalan itu.

Maka ia terus memberitakan kejadian itu kepada Rahib (pendita), maka berkatalah Rahib itu kepadanya: "Anda kini telah afdhat (pesan) daripadaku, dan kau akan diuji, maka jika diuji jangan sampai menyebut namaku". Kemudian pemuda itu dapat menyembuhkan orang buta dan sopak dan berbagai macam penyakit yang berat-berat pada semua orang.

Ada seorang pembesar dalam majlis raja dan dia telah buta karena sakit mata, ketika ia mendengar berita bahwa ada seorang pemuda dapat menyembuhkan pelbagai macam penyakit maka ia segera pergi kepada pemuda itu sambil membawa hadiah yang banyak, sambil berkata: "Sembuhkan aku, dan aku sanggup memberikan kepadamu apa saja yang kau suka".

Jawab pemuda itu: "Aku tidak dapat menyembuhkan seseorang pun sedang yang menyembuhkan hanya Allah azza wajalla, jika engkau mahu beriman (percaya) kepada Allah, maka aku akan berdoa semoga Allah menyembuhkan mu".

Maka terus dia beriman kepada Allah dan didoakan oleh pemuda dan seketika itu juga dia sembuh dengan izin Allah s.w.t.

Kemudian ia kembali ke majlis raja sebagaimana biasanya, dan ditanya oleh raja: "Hai Fulan siapakah yang menyembuhkan matamu?", jawabnya: "Rabbi (Tuhanku)". Raja bertanya: "Aku?", jawabnya: "Bukan, tetapi Tuhanku dan Tuhanmu iaitu Allah". Ditanya oleh Raja: "Apakah kau mempunyai Tuhan selain Aku?", jawabnya: "Ya, Tuhan ku dan Tuhanmu ialah Allah". Maka disiksa oleh raja seberat-beratnya siksa sehingga terpaksa ia memberitahu raja itu akan pemuda yang mendoakannya untuk sembuh itu.

Maka segera dipanggil pemuda itu lalu berkata: "Hai anak sungguh hebat sihirmu sehingga dapat menyebuhkan orang buta dan sopak dan berbagai macam penyakit", jawab pemuda itu: "Sesungguhnya aku tidak dapat menyembuhkan siapa pun, hanya semata-mata Allah azza wa jalla". Raja itu pun bertanya: "Adakah aku?", "Tidak" jawab permuda itu. Maka tanya raja itu: "Adakah engkau ada tuhan lain selain aku?", jawab pemuda: "Ya, Tuhanku dan Tuhanmu hanya Allah". Maka pemuda itu ditangkap dan disiksa seberat-beratnya sehingga terpaksa dia menunjukkan pada Rahib yang mengajarnya. Maka dipanggil Rahib dan dipaksa untuk meninggalkan agamanya, tetapi Rahib tetap bertahan dan tidak mahu beralih agama, maka diletakkan gergaji di atas kepalanya dan digergaji dari atas kepalanya hingga terbelah dua badannya.

Kemudian kembali pemuda itu diperintah untuk meninggalkan agama yang dianutnya (agama Islam), tetapi pemuda ini juga menolak perintah raja, maka raja memerintahkan supaya pergi ke puncak gunung dan di sana juga supaya ditawarkan kepadanya untuk meninggalkan agamanya dan mengikuti agama raja, jika tetap menolak supaya dilempar dari atas gunung itu, maka ketika telah sampai di atas gunung dan ditawarkan kepadanya pemuda untuk berubah agama, dan ditolak oleh pemuda itu. Kemudian pemuda itu berdoa: "Allahumma ikfinihim bimaa syi'ta: (Ya Allah selesaikanlah urusanku dengan mereka ini dengan aku sehendak-Mu)". Tiba-tiba gunung itu bergoncang sehingga mereka berjatuhan dari atas bukit dan mati semuanya.

Maka segeralah pemuda itu kembali menemui raja, dan ketika ditanya: "Manakah orang-orang yang membawamu?", jawabnya: "Allah yang menyelesaikan urusan mereka". Lalu pemuda itu diperintah untuk membawanya ke laut dan naik perahu, bila telah sampai di tengah laut ditanyakan padanya jika ia mahu mengubah agama, jika tidak maka lemparkan ke dalam laut dan ketika telah sampai di tengah laut pemuda itu berdoa: "Allahumma ikfinihim bimaa syi'ta", maka tenggelamlah orang yang membawanya semuanya dan segeralah pemuda kembali menghadap raja. Dan ketika ditanya oleh raja: "Bagaimana keadaan orang-orang yang membawamu?", jawabnya: "Allah yang menyelesaikan mereka".

Kemudian pemuda itu berkata kepada raja: "Engkau takkan dapat membunuhku kecuali jika engkau menurut perintahku maka dengan itu engkau akan dapat membunuhku", Raja bertanya: "Apakah perintahmu?", Jawab pemuda: "Kau kumpulkan semua orang di suatu lapangan, lalu engkau gantung aku di atas tiang, lalu kau ambil anak panah milikku ini dan kau letakkan di busur panah dan membaca: Bismillahi Rabbil ghulaam (Dengan nama Allah Tuhan pemuda ini), kemudian kau lepaskan anak panah itu, maka dengan itu kau dapat membunuhku", Maka semua usul pemuda itu dilaksanakan oleh raja, dan ketika anak panah telah mengenai pelipis pemuda itu ia mengusap dengan tangannya dan langsung mati, maka semua orang yang hadir berkata: "Aamannaa birrabil ghulaam (Kami beriman kepada Tuhannya pemuda itu)". Sesudah itu ada orang memberitahu kepada raja bahawa semua rakyat telah beriman kepada Tuhan pemuda itu, maka bagaimanakah usaha untuk menghadapi rakyat yang banyak ini. Maka raja memerintah supaya di setiap jalan digali parit dan dinyalakan api, dan tiap orang yang berjalan di sana, dan ditanya tentang agamanya, jika ia tetap setia pada kami biarkan, tetapi jika ia tetap percaya kepada Allah masukkanlah ia ke dalam parit api itu.

Maka adanya orang berbaris-baris, dorong mendorong yang masuk di dalam parit api itu, sehingga tiba seorang wanita yang menggandong (membawa) bayinya yang masih menyusu, ketika bayinya diangkat oleh pengikut-pengikut raja untuk dimasukkan kedalam parit berapi itu, wanita itu hampir menurut mereka berganti agama karena sangat belas kasihan pada anaknya yang masih kecil itu, tiba-tiba anak bayi itu berbicara dengan suara lantang: "Sabarlah hai ibuku karena kau sedang mempertahankan yang hak".
= Artikel Tamat =

Para pembaca yang dirahmati Allah sekelian,

Hendaknya kita selalu insaf akan segala kelalaian, kesilapan dan kesalahan kita dan senantiasalah bermuhasabah dan memperbaiki diri kita! Semoga Allah SWT melindungi kita semua daripada lalai dan leka, juga daripada maksiat dan berdosa.

Senantiasalah kita bertaubat kembali kepadaNya dan mengajak sekelian ahli keluarga serta masyarakat kita bersama-sama bertaubat kepadanya. Sesungguhnya orang-orang yang berjaya di dunia dan akhirat senantiasa memeriksa diri dan perbuatan mereka, kemudiannya memperbaiki diri, keluarga dan masyarakatnya, serta memastikan segalanya senantiasa berada di jalan yang lurus lagi diredhai Allah SWT.

Allahu Wa Rasuluhu A'lam.